Rumah adat Minahasa Tahun 1929

Protestante Kerk Tondano 1932

Tondano Tempoe Doeloe

Ritual

Aktifitas di Pasar Tondano sekitar tahun 1893

Showing posts with label Sinopsis. Show all posts
Showing posts with label Sinopsis. Show all posts

1/6/10

Hanya Fitnah Cari Sensasi

GAMBARAN ISI BUKU

Halaman awal setelah cover dari buku ini dimulai dengan tulisan besar: Hanya Fitnah Cari Sensasi, George Revisi Buku, oleh redaksi politik indonesia.com.

Pada halaman selanjutnya, ada judul Prolog. Isinya, hampir sama dengan cara George Aditjondro mengungkapkan data awal pada bukunya. Yaitu memakai kutipan.

Bedanya, dalam buku berjudul Membongkar Gurita Cikeas, George mengutip pidato Presiden SBY saat memberi penjelasan tentang kasus yang sedang berkembang, yaitu ketegangan KPK dan Polri.

Dalam buku Hanya Fitnah & Cari Sensasi, Setiyardi mengutip pendapat Metro TV yang melansir pemberitaan tentang launching buku George di Yogyakarta. Bahwa, buku yang dilaunching oleh George itu hanya cari sensasi.

Lalu, sama seperti George, Setiyardi juga membangun opini bahwa buku Gurita Cikeas itu hilang dari pasaran setelah dirilis. Inilah yang membuat masyarakat jadi penasaran terhadap isinya.

Padahal, di sini Setiyardi membalas George dengan pernyataan Amien Rais, yang intinya menyebutkan bahwa buku Membongkar Gurita Cikeas, banyak memiliki kelemahan. Terutama dalam hal sumber data.

George, seperti Setiyardi mengutip Amien Rais, hanya menyajikan data sekunder. Yaitu data dari kliping koran, internet dan jurnal

Dalam halam kedua dan ketiga buku ini, sepertinya makin menunjukkan adanya perang antar-mantan wartawan Tempo. Dua-duanya menggunakan jurus yang sama: main kutip sana-sini, setelah itu membangun opini.

Pada bagian ketiga buku Hanya Fitnah & Cari Sensasi, Setiyardi sepertinya mau membalas seniornya, George Aditjondro yang mengutip pernyataan beberapa media.

Di buku balasan Membongkar Gurita Cikeas, yang dikutip selanjutnya adalah pernyataan Ketua DPD Irman Gusman. Waktu itu, Irman diwawancarai wartawan untuk memintai pendapatnya tentang buku George.

Irman mengatakan bahwa buku George tak ada nilainya. Isinya gosip dan fitnah yang hanya mencari sensasi belaka. Karena itu, Irman saat itu mengatakan tidak mau menanggapi tentang beredarnya buku Membongkar Gurita Cikeas, yang isinya seolah-olah ada aliran dana besar ke Tim Sukses SBY.

Di situ, Setiyardi juga mengutip pernyataan Irman yang menyebutkan bahwa buku George jauh sekali perbedaannya dengan buku All The President's Men, yang membuat jatuhnya Presiden Nixon.

Juga, dikutip pernyataan dari Andrik Purwasito, pengamat politik dari Solo yang menyebutkan bahwa di dalam buku George sama sekali tidak ada hal yang menguatkan tuduhan.

(Sumber : inilah.com)

12/11/09

Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando



Pengarang: Hendro Subroto  
Penerbit: Penerbit Buku Kompas




Buku Sintong Panjaitan yang menjadi kontroversi ini diluncurkan pada tanggal 11 maret 2009 di Balai Sudirman.
 
Buku ini menceritakan tentang perjalanan beliau dan juga apa yang terjadi selama ini pasca reformasi. Dari operasi memburu Kahar Muzakkar di Sulawesi; penumpasan G30S/PKI di RRI Jakarta, Lubang Buaya, dan Jawa Tengah; operasi tempur di Irian dan Kalimantan; hingga operasi antiteror pembajakan pesawat Garuda di Thailand, Sintong Panjaitan selalu terlibat. Simak catatannya sebagai Panglima Kodam IX/Udayana saat Peristiwa Dili 1991, upaya membangun sistem senjata dan perlengkapan ABRI, hingga peralihan kekuasaan dari Soeharto ke BJ Habibie. Buku ini memuat hal-hal yang selama ini sangat samar-samar diketahui publik: segitiga antara BJ Habibie-Wiranto-Prabowo, kasus penculikan aktivis prodemokrasi, Peristiwa Mei 1998,  seputar lengsernya Soeharto, sekaligus mengungkap misteri penembakan di santa cruz dimana dia harus bertanggung jawab padahal Timtim memiliki panglima dan report langsung juga ke pusat. Lalu mengapa yang diadili dirinya dan mengapa garis komando yang menembak?

12/8/09

Demi Allah, Aku Jadi Teroris

Sinopsis Novel 


 Karya: Damien Dematra


Novel Demi Allah, Aku Jadi Teroris karya Damien Dematra ini berkisah tentang pencarian kebenaran yang dilakukan seorang anak manusia namun malah dipelintir oleh sejumlah oknum dengan mengatasnamakan agama. Diceritakan tokoh Kemala adalah seorang mahasiswi kedokteran yang cantik, muda, dan terlalu mudah mempercayai orang. Dalam kerinduannya mencari Tuhan, ia bergabung dengan sebuah kelompok pengajian dan diminta mengucapkan janji setia pada sebuah organisasi. Sempat mengalami trauma dan terkejut dengan kenyataan pahit yang ada, Kemala dengan perlahan mulai mempercayai pandangan bahwa negara yang benar adalah negera yang berlandaskan hukum syariat agama. Ia pun percaya bahwa perlakuan orang-orang non-Muslim di Indonesia adalah kafir, apalagi mereka yang berasal dari negara barat. Perubahan diri Kemala ini adalah hasil sebuah penggodokan matang untuk mengentalkan keyakinannya.


Kemala pun kemudian rela menjadi teroris demi keyakinannya yang telah dipelintir itu, dan dalam pemahamannya, apa yang ia lakukan karena Allah. Dalam sebuah misi, ia lantas ditugaskan menyamar menjadi penari untuk meledakkan sebuah kafe bernama Bistro America.

Sementara itu, tokoh Prakasa, intel bagian khusus penanganan masalah terorisme, adalah seorang yang dingin, apatis, dan tidak pernah merasakan cinta. Ia ditugaskan untuk memberantas terorisme. Tim Prakasa mencurigai Kemala sebagai teroris, sehingga Prakasa pun menyamar menjadi pelanggan klub malam yang akan "menyewa" Kemala. Namun apa yang terjadi kemudian, di luar dugaan: mereka saling jatuh cinta.

Mereka bertarung dalam diri sendiri untuk tidak saling menyukai, namun kekuatan cinta itu tetap mendesak, sampai keduanya harus menentukan pilihan antara hidup dan mati. Pilihan yang mesti dibuat ketika Kemala yang telah dipasangi bom mesti meledakkan diri di depan Prakasa, laki-laki yang dicintainya. Untungnya pada saat yang kritis itu Prakasa melakukan tindakan yang tepat. Ia menembak tangan Kemala sehingga remote pemicu bom berhasil terlempar sehingga bom pun tak sempat meluluhlantakkan kafe itu.

Kemala akhirnya sadar bahwa pemahamannya selama ini telah dipelintir dan dimanfaatkan oleh kepentingan sekelompok orang tertentu dengan mengatasnamakan Islam. Setelah menjalani hukuman di penjara, Kemala dan Prakasa pun bersatu. Kemala semakin yakin bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang membawa kedamaian di dunia ini.



Sumber: http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=JKZO4250&jenis=2&kat=

12/6/09

Hot, Flat and Crowded



"Hot, Flat and Crowded" merupakan sebuah buku karyaThomas L. Friedman. Friedman adalah salah satu jurnalis yang paling dihormati dan paling berpengaruh di dunia. Terkenal dengan keahliannya dalam hubungan internasional dan isu-isu ekonomi. Belajar di Boston, Jerusalem, Cairo dan Oxford, dia bergabung dengan The New York Times sebagai reporter tahun 1981. Thomas L. Friedman telah memenangkan 3 Pulitzer Prize untuk hasil karyanya.

Buku ini membahas tentang beberapa analisis Friedman mengenai bagamaimana bumi menjadi Panas (Hot) karena kemajuan teknologi telah mempercepat laju peningkatan emisi gas-gas rumah kaca ke atmosfer yang menghambat pelepasan hawa panas dari bumi ke ruang angkasa; Bumi menjadi Rata (Flat) karena kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi memungkinkan siapa pun, di mana pun, dapat saling berhubungan dan saling bersaing dalam segala hal dengan mudah sehingga seolah-olah bumi seperti berada di atas sebuah pinggan yang datar; Bumi menjadi Penuh Sesak (Crowded) karena penduduk yang makin banyak, akibat keberhasilan upaya menekan angka kematian, dan industrialisasi, bertumpuk di kawasan perkotaan dan sekitarnya tanpa upaya yang seimbang dalam pembenahan sarana dan prasarana.

Buku ini juga mengandung harapan agar dunia tetap bisa menjadi tempat di mana burung bisa terbang dan menyanyi, tempat kita bisa menghirup udara yang bersih, tempat kita tidak takut tenggelam atau takut mengalami kekeringan yang membakar.

Free ebook

Enter Your Comment