Rumah adat Minahasa Tahun 1929

Protestante Kerk Tondano 1932

Tondano Tempoe Doeloe

Ritual

Aktifitas di Pasar Tondano sekitar tahun 1893

4/14/10

IPDN Undercover

Sosok Inu Kencana Syafiie dua kali mengentak publik tanah air: September 2003, ketika membongkar kasus kematian praja Wahyu Hidayat; dan April 2007, ketika penganiayaan berujung kematian praja kembali mengguncang IPDN, Jatinangor.

Inu: "... maka kesaksian ini saya tulis bersama riwayat hidup saya dengan penuh kejujuran dari nurani yang terdalam, Oleh karena itu, isinya banyak bercerita mengenai bagaimana saya berjuang, bagaimana kegagalan saya, dan bahkan meriwayatkan bagaimana ketika saya harus terkurung dalam penjara kemiskinan."

Download dan baca buku tersebut di sini.


Baca Juga:
Nyanyi Sunyi Seorang Bisu
Sayap-sayap Patah
Sejarah Tuhan

Atheis


Novel-novel karya Achdiat K. Miharja benar-benar mampu menggambarkan situasi pada zaman revolusi. Salah satu karyanya yang menggambarkan masa revolusi adalah “Atheis”. Dalam novel tersebut digambarkan perasaan seorang tokoh yang bernama Hasan yang tidak mau mengakui adanya Tuhan.

Hasan kehilangan pegangan. Kekecewaannya tertumpuk-tumpuk sehingga kehidupannya tidak diperhatikannya. Dia akhirnya kecewa dengan sikapnya yang tidak mengakui adanya Tuhan. Padahal Hasan sebenarnya sudah memiliki padandangan hidup yang baik. Hanya, tampaknya dia tidak memahaminya secara benar. Hal itulah yang menyebabkan Hasan kemudian mengubah pandangan hidupnya.

Download dan baca novel tersebut di sini

Baca Juga:
Jangan Main-main dengan Kelaminmu
Laskar Pelangi
Taj Mahal

Dari Perbendaharaan Lama

Dalam pengantar bukunya Hamka menulis: "orang pernah bertanya kepada saya buku apa yang saya baca ketika saya menyusun "Dari Perbendaharaan Lama"ini, lalu saya katakan bahwa buku-buku yang saya baca, selain dari buku-buku lama pusaka nenek moyang kita, yang setengahnya benar-benar dikeluarkan dari simpanan perbendaharaan lama, adalah buku-buku yang mereka baca juga."

Download dan baca buku ini di sini.

Baca Juga:
Nyanyi Sunyi Seorang Bisu
Jangan Main-main dengan Kelaminmu

Soebandrio: Kesaksianku Tentang G30s

Indonesia 1960-an termasuk negara yang tidak disukai oleh blok Barat pimpinan Amerika Serikat (AS). Di era Perang Dingin itu konflik utama dunia terjadi antara Kapitalis (dipimpin AS) melawan Komunis (RRT dan Uni Soviet). AS sedang bersiap-siap mengirim ratusan ribu pasukan untuk menghabisi komunis di Korea Utara. Sementara di Indonesia Partai Komunis (PKI) merupakan partai legal. Saat kebencian AS terhadap Indonesia memuncak dengan menghentikan bantuan, Presiden Soekarno menyambutnya dengan pernyataan keras: Go to hell with your aid. Sebagai pemimpin negara yang relatif baru lahir, Presiden Soekarno menerapkan kebijakan berani: Berdiri pada kaki sendiri...

Download dan baca kesaksian Soebandrio selengkapnya di sini.


Baca Juga:
Di Bawah Lentera Merah
Dalih Pembunuhan Massal
Ilusi Negara Islam

4/13/10

Demokrasi Ala Hatta

Demokrasi Kita Ala Hatta Dalam Teori dan Praktek


Sudijono Djojoprajitno menulis buku ini sebagai tanggapan dan komentar terhadap tulisan DR. Moh. Hatta yang berjudul "Demokrasi Kita".

Download e-book buku tersebut di sini.

4/11/10

Nyanyi Sunyi Seorang Bisu


Naskah buku ini disunting dari kertas-kertas berserakan berisi catatan-catatan Pramoedya Ananta Toer yang ditulisnya semasa menjadi tahanan politik 10 tahun lamaya di Pulau Buru, 1969-1979.

"Nyanyi Sunyi Seorang Bisu" adalah satu-satunya karya non-fiksi Pram, bukan novel. Buku ini merupakan kumpulan catatan berisi surat-surat pribadi kepada anak-anaknya yang tak pernah terkirim, juga esai-esai, yang sebenarnya merupakan rekaman apa yang dia alami sebagai pribadi, suami, ayah, pengarang dan sebagai tahanan politik rezim militerisme yang merampas segala darinya.

Download e-book buku tersebut di sini.

Sayap-sayap Patah



Siapa tak kenal Khalil Gibran. Ia adalah seorang seniman, penyair, dan penulis  Lebanon Amerika yang mampu menghipnotis banyak orang melalui karya-karyanya. Ia lahir di Lebanon (saat itu masuk Provinsi Suriah di Khilafah Turki Utsmani) dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya di Amerika Serikat.

"Sayap-sayap Patah" merupakan salah satu karya "sang nabi" dari Lebanon yang terkenal itu. Silahkan download e-book versi djvu buku tersebut di sini.

3/27/10

Lipan & Konimpis

(Asal Usul Penduduk dan Nama Desa Rumoong Atas)

(Cerita ini diadaptasi dari diktat "SEJARAH JEMAAT RUMOONG ATAS", yang disusun oleh Tim Pelaksana "Seminar dan Penulisan Sejarah Jemaat GMIM Rumoong Atas", diterbitkan di Rumoong Atas tahun 1984)

Dikisahkan bahwa Lipan dan Konimpis adalah dua orang kakak beradik yang tadinya hidup rukun, mesra dan sentosa. Lipan merupakan kakak dari Konimpis. Ia berperawakan tinggi besar dan kekar, berwajah kasar sesuai dengan perangainya, dan suka berburuh. Konimpis berperawakan kecil, berkulit halus. Sifatnya manis, lembut, ramah, menawan hati, sopan serta hormat. Pekerjaannya adalah bertani.

Akibat perbedaan sifat khas yang mencolok antara keduanyandi masyarakat, maka sang kakak ditakuti dan lama-kelamaan sukar mendapat pengaruh dan dukungan; sebaliknya, Konimpis yang ramah dan sopan sangat disegani. Melihat situasi itu, timbullah rasa iri sang kakak, dan ia bermaksud untuk menghabisi adiknya. Segala upaya dan tipu daya diaturnya.

Pada suatu tempat yang menurut Lipan adalah tempat lalu-lalang Konimpis, di sanalah Lipan menunggu kesempatan terbaiknya membunuh Konimpis, adiknya. Lipan bersembunyi dalam sebuah lubang pohon akel/ seho (enau) yang roboh. Tak berapa lama kemudian, Konimpis datang dalam keadaan lelah dan terengah-engah. Ia pun beristirahat di pohon akel, tempat persembunyian kakaknya. Tak sadar, batang pohon itu dipukul-pukul oleh Konimpis. Lipan yang bersembunyi di dalamnya terkejut dan malu, mengira bahwa Konimpis telah mengetahui rencananya. Ia pun keluar. Di tempat itu mereka bertengkar dan akhirnya mengangkat sumpah bahwa mulai saat itu mereka tidak bersaudara lagi, bahkan siap angkat perang "Taar-era".

Tempat kakak-beradik itu mengangkat sumpah terletak di puncak pegunungan sekitar 200 meter sebelah barat desa Rumoong Atas sekarang. "Taar-era" lama kelamaan menjadi Tareran."

Pembuktian menunjuk bahwa Lipan dan Konimpis pernah hidup disana, dimana jembatan Tuunan sekarang (kuala memeak) ada tempat penyeberangan Lipan tanpa jembatan atau titian, yang dikenal dengan sebutan "kopat i Lipan" (langkah lompat Lipan). Begitu pula ada pengikut Konimpis yang sudah mulai singgah di sana, yaitu dua orang wanita yang bernama Mawole dan Manimporok. Kedua perempuan itu berteduh di bawah sebuah pohon besar nan rindang yang bernama pohon Lowian (sejenis pohon beringin). Kemudian datanglah tiga orang lelaki yang masing-masing mempunyai kesaktian:

Sage: Tonaas yang punya keahlian memasang patok. Sebab saat itu tidak sembarang orang yang bisa memasak patok.

Palandi: Tonaas yang ahli memanggil burung (sumoring). Dengan cara meniru suara burung tertentu(soring), burung tersebut akan datang untuk menyampaikan bunyi. Bunyi tiap jenis burung dipercaya mempunyai arti tertentu.

Mamarimbing: Tonaas yang punya keahlian membaca/ memeriksa bunyi burung dan tahu apa artinya. Burung yang bisanya memberi tanda adalah burung Wara. Jenis burung Wara malam disebut Manguni. Sedangkan wara siang disebut wara inen do. Ada juga burung lainnya seperti: Titicak (burung Sri gunting), Tangka lio-liowan (burung kuning) dan lain-lain. Tonaas Mamarimbing tahu arti dari bunyi burung-burung tersebut.

Setelah mereka mendengar bunyi burung dan punya arti baik, maka Tonaas Sage memasang patok di bagian barat pohon Lowian. Itulah sebabnya pemukiman di sekitar pohon tersebut dinamakan Lowian (nama sebelum menjadi Rumoong Atas). Tapi berhubung pohon Lowian yang sangat rindang itu sulit ditembus cahaya matahari, maka mereka memindahkan patok sekaligus tempat perteduhannya di sebelah timur guna mendapat cahaya matahari. Mereka menyebut tempat itu "Sendangan", yaitu bagian barat desa Lansot yang berbatasan dengan desa Rumoong Atas sekarang. Tempat itu tetap disebut "Sendangan" sampai tahun 1950-an. Bersamaan pada waktu itu datanglah orang lain yang ingin menetap di bawah pohon Lowian. Mereka dipimpin dotu Moutang, sekitar + tahun 1625. Dotu inilah yang dipandang sebagai dotu desa Rumoong Atas.

Perubahan Nama Lowian Menjadi Rumoong Atas

Penghuni pemukiman yang dinamakan Lowian merupakan perpaduan penduduk yang datang lebih dahulu dari penduduk yang diperkirakan berasal dari jurusan Langowan, dengan rombongan dotu Moutang dari arah barat sekitar tahun 1625, yang semakin bertambah banyak. Orang yang datang bertambah banyak pada suatu tempat yang sudah didiami orang disebut "Rumoang". Di sebelah timur sudah ada pemukiman yang disebut "Lansot", yang ditempati sejak tahun 1560. Nama baru desa Lowian secara resmi diubah sebutannya menjadi "Rumoang".

Pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1942 sampai 1945, pada papan nama desa tertulis "Rumoon". Lama-kelamaan menjadi Rumoong. Nama "Rumoong" pada saat itu sudah ada dua, yaitu Rumoong yang ada di wilayah Tombasian atau Kecamatan Tombasian dan Rumoong yang sebelumnya disebut Lowian. Maka untuk membedakan keduanya, Rumoong yang dulunya Lowian kemudian disebut "Rumoong Atas". Sengaja disebut demikian karena tempat yang dulunya Lowian berada di pegunungan, sedangkan Rumoong yang satunya yang berada di pesisir pantai di sebut "Rumoong Bawah".

Rumoong Atas secara resmi menjadi desa tahun 1840.

2/26/10

Djvu Reader



Bagi para kolektor e-book, software yang dipakai untuk bisa membuka, membaca atau bahkan mengedit file-file e-book sangat penting untuk dimiliki.Windjvu adalah salah satu aplikasi yang bisa dipakai untuk membaca file-file djvu.

Silahkan download aplikasi tersebut di sini.

BACA JUGA:
E-book/ Pdf. Cover Maker
Pdf. Converter
Mobipocket Reader

2/25/10

Di Bawah Lentera Merah


"Di Bawah Lentera Merah" adalah buku karangan Soe Hok Gie yang menarasikan satu periode krusial dalam sejarah Indonesia yaitu ketika benih-benih gagasan kebangsaan mulai disemaikan, antara lain lewat upaya berorganisasi. Dalam buku ini Soe Hok Gie juga mengajak kita menelusuri kembali jejak-jejak pergerakan indonesia pada era 1917-1920-an dan lewat buku ini juga Soe Hok gie mencoba menyalakan lentera merah perjuangan pergerakan indonesia dan mengajak kita mencermati bagaimana para tokoh pergerakan tradisionalis indonesia mencoba menyikapi perubahan pada abad ke-20.

Buku Soe Hok gie ini  termasuk salah satu di antara 15 buku yang dilarang peredarannya oleh pemerintah RI  tahun 1991, karena dinilai banyak menyerempet masalah politik, menyesatkan, memutarbalikkan sejarah, merendahkan pemerintah orba dan pemimpin nasional.

Download versi pdf. buku tersebut di sini.


BACA JUGA:
Dalih Pembunuhan Masal
Gurita Cikeas
Ilusi Negara Islam
Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando

2/19/10

Draft Permen: Konten Multimedia

Draft Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika  tentang konten multimedia menuai respons beragam dari berbagai kalangan.

Sebelum mengkritisi rancangan peraturan tersebut, lebih dahulu download draftnya di sini.




BACA JUGA:
Pelarangan 5 Buku
Dalih Pembunuhan Masal
Hanya Fitnah Cari Sensasi

2/9/10

The Passion of Jesus

SEBUAH TAFSIR VERSI LAIN


Berkenaan topik penyaliban Isa a.s., memang berkembang beberapa pemahaman. 

  • Kristiani beranggapan bahwa Yesus wajib wafat ditiang salib (karena inilah inti dari ajaran penebusan dosa).





  • Yahudi juga berkeinginan untuk membunuh Yesus (Isa a.s.) karena dia adalah hamba yang terkutuk. 





  • Muslim (sebagian besar) beranggapan bahwa Isa a.s. dihindarkan dari hukuman salib dan orang lainlah yang dikorbankan, dan kemudian Isa a.s. naik kelangit dengan jasmaniyahnya (untuk hal ini sepemahaman dengan keyakinan umat kristiani).

    Demikian antara lain isi dari buku THE PASSION OF JESUS, sebuah versi tafsir yang berbeda dari tafsiran Kristen tentang kisah hidup Yesus. Sang Penulis (anonim) mengutip tafsiran sejumlah tokoh untuk mendukung sejumlah tesisnya. Secara positif buku ini bisa memperkaya referensi dan daya kritis, termasuk meningkatkan kesadaran bahwa manusia memang hidup di tengah  pluralisme, termasuk keberagaman tafsir, yang harusnya bisa dipahami dan dikelola secara konstruktif, alih-alih jadi sumber konflik dan perpecahan.

    Silahkan download versi e-booknya di sini.


    Related Post:
    Yesus Wafat di Kashmir
    Holly Blood, Holly Grail
  • Yesus Wafat di Kashmir

    TEMUAN-TEMUAN MENGEJUTKAN MENGENAI HIDUP DAN WAFATNYA YESUS
    VERSI DARUL KUTUBIL ISLAMIYAH, GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA


     


    Al-Shaikh-us-Sadiq Abi Ja’far Muhammad ibnu Ali ibnu Hasain ibnu Musa ibnu Baibuyah al-Qummi, seorang penulis Timur dan ahli sejarah yang termasyhur, begitu pula Shakh Al-Said-us-Sadiq, yang meninggal dunia di Khurasan pada tahun 962 Masehi, menghubungkan perjalanan Yuz Asaf di dalam bukunya yang termasyhur “Kama-lu-Din wa Tama-un-Ni’mat fi Asbat-il-Ghaibat wa Kasful- Khairat” juga yang disebut “Ikmaluddin”. Buku ini, yang dinilai sangat berharga oleh para orientalis Barat, pertama kali diterbitkan tahun 1882 oleh Aga Mir Baqar, pada Sayyid-us-Samad Press di Iran, dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman oleh Professor Muller dari Universitas Heidelberg. Penulis buku ini berkelana ke mana-mana untuk memperbanyak dan melengkapi informasi buku ini, yang dengan teliti sekali sesuai kenyataan dan menyebutkan dua perkara perjalanan Yesus pertama ke Timur (ke Ceylon dan tempat-tempat lain) dan yang kedua, berakhir di Kashmir. Buku tersebut juga sedikit memberi penjelasan mengenai ajaran-ajaran Yesus selama dalam perjalanannya ini dan mengemukakan ajaran yang serupa seperti apa yang ada di dalam Injil yang empat.


    Untuk melengkapi semua ini, Shaikh al-Sa’id-us-Sadiq mengutarakan riwayat kuno mengenai wafatnya Yesus. Menurut buku ini (lihat halaman 357-358), Yesus mengutus muridnya Ba’bat (Thomas) ketika beliau sudah dekat pada ajalnya, dan mengucapkan wasiyat terakhirnya, bahwa tugasnya harus diteruskan dan makam harus dibangun di atasnya dengan secermat mungkin apabila beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Thomas melaksanakan apa yang dimintanya. Yesus dikebumikan dengan kakinya membujur ke Barat dan kepalanya ke Timur.  Begitu juga, Nabi Muhammad bersabda, bahwa Tuhan pasti menjaga ruhnya di tempat di mana beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Oleh karenanya, mengapa beliau dimakamkan di tempat tinggal yang kecil, di tempat isterinya Siti ‘Aisyah. (Lihat Mumtaz Ahmad Faruqui, The Crumbling of the Cross, hal. 70).

    A. Faber Kaiser, sang penulis, adalah seorang ahli filsafat dan sarjana ahli dalam karya-karya jurnalistik. Dia pertama kali mengadakan hubungan dengan “Kashmir” ketika dia mendengar keterangan-keterangan ada makam Yesus di Kashmir; dia membuat penelaahan-penelaahan dan akhirnya memutuskan dirinya pergi ke Kashmir untuk menyelidiki. Sedikit demi sedikit, dia menyusun suatu dokumen yang sangat penting dan mengagumkan yang mengisi sejumlah jurang yang menganga pada Alkitab yang telah membingungkan para sarjana selama ratusan tahun. Terbitan pertama buku ini di Great Britain oleh Gordon Cremonesi Ltd. 1977.

    Silahkan download versi e-booknya di sini.

    Middle Sex

    PENCARIAN CATI DIRI SEORANG MANUSIA YANG BERKELAMIN GANDA



    ... Wanita menjadi semakin mirip pria, dan pria semakin mirip wanita. Selama beberapa waktu selama era tujuh puluhan, sepertinya orang-orang akan melupakan perbedaan jenis kelamin. Tetapi sebuah hal lain terjadi ...


    Sepenggal kalimat di atas merupakan penggalan novel Middlesex karya Jeffrey Eugenides. Novel ini pernah meraih Pulitzer Prize.

    Download e-book novel tersebut di sini.

    2/8/10

    Taj Mahal

    TRAGEDI DI BALIK TANDA CINTA ABADI


    Masa lalu adalah prolog masa kini. Peristiwa-peristiwa tragis yang terjadi tiga ratus tahun lalu masih terus bergaung di India modern. Konflik berkepanjangan antara orang-orang Hindu dan Muslim - dan pembentukan negara Pakistan - kemungkinan besar disebabkan oleh tindakan Aurangzeb, anak lelaki Shah Jahan dan Arjumand.


    Demikian sepenggal catatan Timeri A. Murari, mengawali novelnya ini. Murari telah menulis beberapa novel, skenario dan naskah drama. Filmnya The Square Circle masuk ke dalam jajaran sepuluh film terbaik versi majalah Times.

    Download novel yang meraih International Best seller tersebut di sini.

    Free ebook

    Enter Your Comment